Get Gifs at CodemySpace.com

Rabu, 23 November 2011

 

 
 
 
Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda..

Seorang anak buta duduk bersila
... di sebuah tangga pintu masuk
pada sebuah supermarket.

Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan
dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah
kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa
keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu.
Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh,
lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu
memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan.
Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya,
dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak
lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu,
lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya.

Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah,
tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan
betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata-katanya,
“Selain untuk menambah penghasilanmu,

Saya ingin memberi pemahaman
bahwa ketika hidup memberimu
100 alasan untuk menangis,
tunjukkanlah bahwa masih ada
1000 alasan untuk tersenyum.”

Sahabat...
Ketika Allah SWt memberi kita anungrah kesehatan
ucapkanlah puja dan puji syukur kepada tuhan
mari kita pergunakan hidup kita untuk hal2 yg bermanfaat
dan berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai cita-cita

Tujuan hidup kita bukan mengejar kebahagian di Dunia saja
disana masih ada kehidupan yang lebih beharga
kehidupan yang sudah ditetapkan janjinya oleh Allah SWT
yang menciptakan langit, bumi beserta segala isinya..


" Pelajaran Hidup Dari Bocah Penjual Koran"

Umar, seorang anak kecil berlari-lari
menghampiri mobil yang berhenti
di lampu merah, dia membiarkan
tubuhnya terguyur air hujan,
hanya saja dia begitu erat melindungi
koran dagangannya dengan lembaran plastik.

“Korannya bu !”seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.

Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan,
dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan
untuk menjual koran. Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan
dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang.

“Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang.

”Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi
aku juga sudah baca”, jawab si ibu.

Si Umar kecil itu tampak terpaku,
lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu
yang dia terima, ”Terima kasih bu,
saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan,
tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma,
mohon maaf saya tidak bisa menerimanya
”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.

Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya,
raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil.
Dari dalam mobil dia menggerutu ”UDAH MISKIN SOMBONG!”.

Kakinya menginjak pedal gas karena lampu
menunjukkan warna hijau. Meninggalkan Umar
yang termenung penuh tanda tanya.

Umar berlari lagi ke pinggir,
dia mencoba merapatkan tubuhnya
dengan dinding ruko tempatnya berteduh.
Tangan kecilnya sesekali mengusap muka
untuk menghilangkan butir-butir air yang masih menempel.
Sambil termenung dia menatap nanar rintik-rintik hujan di depannya,
”Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku”, gumamnya lemah.

Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda,
Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko,
sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar.

Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti,
seorang bapak dengan bersungut-sungut turun
dari mobil menuju tempat sampah,

”Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk”,

dengan penuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan
ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil.
Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.
”Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan”, pinta Umar dengan penuh harap.

Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil di depannya.
Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah
tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.

“Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau”

”Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya
sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?, tanya Umar sekali lagi.”Bbbbbooolehh”, jawab pria tersebut dengan tertegun.
Umar berlari riang menuju tong sampah,

dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan,
sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.

Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk di dekatinya Umar.

”Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil di depannya dengan penuh perasaan kasihan.”Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya ”, jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.

Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa. ”Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya”.Si anak kecil tersenyum dengan manis,

”Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus.”

”Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran di mana aku yang akan mentraktirnya”, ujar sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak di depannya berfikir keliru.

Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,”Bapak!, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya”, Umar memperbaiki posisi duduknya dan berkata kembali, ”Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari.”Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki di depannya untuk berpamitan.

Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,”Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya”.

Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil di depannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.”Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini”

Sahabat..
Meminta-minta adalah perbuatan yang tidak bermutu
lebih baik kita kerja keras banting tulang dari pada mengemis
dan menghrapkan belas kasih dari orang lain ada pepatah ," Tuhan memberi makan kepada setiap burung yang terbang diangkasa, tapi Tuhan tidak mengantarnya disarangnya".

Syukurilah anugrah yang Tuhan berikan untuk hari ini
jangan lupa untuk mengucapkan Syukur Alhamdulilah
semoga segala kebaikan yang kita lakukan
akan kembali kepada kita..

Semangattt!!!!

Ciptakan Cinta Di Dalam Hatimu

seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan
mendaki gunung bersama ayahnya.Entah mengapa,
tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.
... "Aduhh!" jeritannya memecah

Keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut,
ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya
persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!"

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya
dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah,
"Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum,
"Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras,

"Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab,
Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak
"Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!"
Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.
Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema,
tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

Sahabat...
Kehidupan memberi umpan balik
atas semua ucapan dan tindakanmu.
Dengan kata lain, kehidupan kita adalah
sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita.
Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini,
ya ciptakan cinta di dalam hatimu.

Bila kamu menginginkan sahabatmu memiliki kebaikan hati,
ya tingkatkan kebaikan hatimu . Hidup akan memberikan kembali
segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan
sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.


Falsafah Kehidupan

Hidup ini cuma sekali, jadi jangan pernah
menyesali pengalaman apapun yang kau alami,
susah ataupun sedih pasti terlewati..

Hidup adalah sebuah permainan dimana
terkadang engkau dipermainkan dengan
ketidakadilannya, namun engkau kalah bila
engkau marah dan menyalahkan keadaan..

Hidup tidaklah berjalan mundur
ataupun diam bersama kemarin
Jadikan langkahmu seperti anak panah
yang melesat terarah dengan bidikan yang tepat.
Jangan hanya termangu, jangan buang waktu.
Susunlah rencanamu. Dan Jngan Lupa Berdo'a
Libatkan Dia di tiap rencana & usahamu..

Kamis, 10 November 2011

Tuhan Itu Ada


Analogi yang sederhana tapi Mengagumkan!


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.

Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,

"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"