Selasa, 27 Desember 2011

Mungkin Bukan Takut Gagal, Tapi Takut Berhasil

"Procrastination is the fear of success. People procrastinate because they are afraid of the success that they know will result if they move ahead now."
-Denis Waitley
 
 
"Saya takut ketinggian. Tapi di negeri belasan ribu pulau ini,
demi keberhasilan saya harus mau naik pesawat kesana-kemari. 
Ketika masih muda, saya memaksa diri untuk menaklukkan banyak gunung di Nusantara. 
Di Gunung Gede dan Merapi, saya malah pernah merangkak secara harafiah. Sampai hari ini, sisa-sisa takut itu masih ada. Tapi, saya sangat ingin berhasil."
-Ikhwan Sopa-

Ini mungkin sering terjadi pada diri kita.

Kita menginginkan sesuatu, dan kita merasa sangat menginginkannya. Kita tahu dan kita yakin bahwa kita mampu. Kita paham betul bagaimana cara menuju ke sana dan mendapatkannya. Kita tidak mengkhawatirkan kegagalan.

Tapi, tak lama setelah kita memulai perjalanan, entah mengapa tiba-tiba kita berhenti dan kembali ke titik awal lagi. Kita kembali ke cara kerja dan kebiasaan lama. Terus begitu, berulang-ulang seperti lingkaran yang tak ada habisnya. Ciri khas dari fenomena ini adalah perilaku menunda-nunda. Kita menjadi penunda-nunda keberhasilan diri kita sendiri.

Kita perlu tahu, bahwa yang kita khawatirkan bukan lagi kegagalan. Justru, kita sedang takut akan keberhasilan. Kita takut berhasil.

Takut dan gagal mungkin bisa hidup bersama di dalam satu tubuh. Tapi takut dan berhasil, tidak bisa.

Kita tidak pernah memutuskan segala hal berdasarkan realitas yang sesungguhnya. Kita memutuskan segala hal berdasarkan keyakinan kita tentang dunia nyata. Begitu pula, ketika kita memutuskan untuk berhasil. Pertanyaannya adalah, apakah segala keyakinan kita memang telah mendukung kita untuk berhasil?

Takut gagal adalah fenomena yang mudah diidentifikasi. Takut berhasil, lebih sulit diidentifikasi sebab biasanya berakar pada berbagai bias konsepsi dan keyakinan di tingkat bawah sadar.

Bukanlah keberhasilan itu sendiri yang kita takutkan, tapi biasanya efek samping dari keberhasilan-lah yang kurang kita perhitungkan.

Takut gagal menyebabkan kita berupaya keras memenuhi syarat dan standar eksternal, yaitu syarat dan standar dunia luar yang bukan ditetapkan oleh diri kita. Takut sukses membuat kita terus berupaya menghindari syarat dan standar internal diri kita sendiri.

Takut gagal adalah tentang diri kita yang belum "doing the right things". Takut berhasil adalah tentang diri kita yang belum "doing the things right".

Takut gagal bermuara pada penghindaran tindakan. Takut berhasil lebih berbahaya, ia bermuara pada sabotase diri.

Apa penyebab dari ketakutan akan keberhasilan?

Berikut ini adalah bentuk-bentuk salah konsepsi dan salah keyakinan yang memunculkan ketakutan akan keberhasilan (dan ini, mungkin sekali jarang kita sadari).

1. Trauma dari masa lalu. Secara fisiologis, sangat mungkin rasa dari keberhasilan adalah sama dengan rasa kegagalan. Ini sering diungkapkan oleh para psikolog yang berkutat dengan fenomena traumatik.

2. Prinsip hidup. Bawah sadar kita terlanjur berlebihan dalam memegang prinsip "pantang menyerah" alias "pantang putus harapan". Tidak menyerah atau putus harapan, adalah prinsip positif yang pantas kita pegang erat-erat. Prinsip ini berlaku di sepanjang perjalanan kita menuju keberhasilan. Dan secara alamiah, ketika harapan itu tercapai, harapan itu kita anggap "otomatis" menjadi tidak diperlukan lagi. Maka, ketika kita membayangkan keberhasilan, pikiran bawah sadar kita dapat menjadi rancu dan mempersepsi keberhasilan di masa depan itu sebagai sesuatu yang identik dengan melepaskan harapan di hari ini. Padahal, harapan tak boleh kita lepaskan hari ini, dan ketika keberhasilan tercapai, maka harapan baru ditumbuhkan. Harapan lama tidak pantas hilang, melainkan tumbuh.

3. Orang tua dan yang dituakan. Rasa hormat kita kepada orang tua, dan kewibawaan mereka masih berpengaruh kuat pada diri kita yang telah dewasa, dalam cara yang masih sama dengan pengaruhnya ketika kita masih anak kecil. Rasa hormat dan kewibawaan itu, telah mencetak kita untuk selalu memposisikan diri sebagai inferior ketika dikaitkan dengan mereka. Ini, juga berlaku untuk kita yang mempunyai saudara yang lebih tua atau yang lebih kita hormati. Kita perlu mencari cara, agar rasa hormat kita dan kewibawaan mereka tetap bisa kita hidupkan, dengan cara yang lebih menghargai kedewasaan kita.

4. Pergeseran tanggung jawab. Sukses dapat menakutkan, ketika kita menimbang-nimbang beratnya tanggung jawab yang melekat pada keberhasilan. Kita mungkin mempersepsi keberhasilan sebagai pergeseran diri yang menjadi lebih pandai, lebih bijak, lebih cerdas, lebih mampu, dan sebagainya, yang langsung atau tidak langsung diikuti oleh makin besarnya tanggungjawab dan tantangan.

5. Prinsip Win-Lose. Kita mungkin berkeyakinan bahwa keberhasilan kita pastilah mengorbankan orang lain. Keberhasilan kita, kita yakini tercapai bersamaan dengan terjadinya kegagalan pada diri orang lain. Kita terlanjur meyakini bahwa sisi lain dari keberhasilan (diri), pastilah kegagalan (orang lain).

6. Proses kreasi. Kita mungkin berkeyakinan bahwa keberhasilan adalah hasil dari proses kreasi. Maka mungkin tanpa kita sadari, kita meyakini, bahwa jika sesuatu tercipta maka sesuatu yang lain dihancurkan.

7. Sisi gelap diri. Sebagaimana yang disinyalir para pakar, setiap keberhasilan akan memunculkan sisi gelap dari si pencapai keberhasilan. Apakah sisi gelap itu muncul oleh dirinya sendiri, atau ia muncul oleh fokus lampu sorot yang makin terang dan makin tajam diterpakan kepada dirinya dari segala arah.

8. Motivasi awal. Apa motivasi awal kita untuk berhasil? Mungkin itulah yang menjadi sebab bayang-bayang ketakutan akan keberhasilan. Misalnya, kita mungkin mematok tujuan keberhasilan sebagai sebentuk dendam atau kemarahan. Kita ingin menghukum orang lain dengan keberhasilan kita. Padahal jauh di dasar hati, setiap kita adalah manusia yang baik.

9. Efek samping cinta. Cinta orang tua dan lingkungan kita mungkin justru memunculkan dampak lain. Perlakuan mereka yang penuh cinta dan pemanjaan, tanpa kita sadari membangun keyakinan bahwa keberhasilan identik dengan kenyamanan.

10. Kompetisi. Kita mungkin mengejar keberhasilan dengan cara pandang berkompetisi dengan orang lain dan dunia. Padahal, kita mestinya berkompetisi dengan diri sendiri.

11. Keyakinan dasar. Kita mungkin berkeyakinan, bahwa menjadi berhasil adalah sama dengan masuk surga dengan merangkak. Semakin berhasil, maka semakin detil perhitungan dan pertanggungjawaban.

12. Beban lingkungan. Kita mungkin merasa bahwa jika kita berhasil, maka akan semakin banyak orang bergantung kepada kita, dan itu adalah sesuatu yang memberatkan.

13. Kesepian. Kita mungkin merasa takut kesepian, sebab orang yang berhasil jumlahnya selalu lebih sedikit dari jumlah orang yang kurang berhasil.

14. Kerja keras. Kita mungkin beranggapan bahwa sukses adalah kerja keras (dan kita tidak menyadari bahwa kita telah membuatnya lebih keras dari yang semestinya).

15. Proyeksi. Kita mungkin berkeyakinan bahwa mencapai puncak adalah mudah, tapi bertahan tetap di sana adalah susah, dan jatuh dari ketinggian pastilah sangat sakit.

16. Persepsi tentang dunia. Kita mungkin berlebihan dalam memandang bahwa dunia ini adalah permainan dan senda gurau. Padahal, di dunia ini kita tetap mempunyai tugas suci.

17. Ketergantungan. Kita mungkin telah terlanjur sangat tergantung pada orang lain. Kita kurang mandiri.

18. Medan perang. Kita mungkin merasa, bahwa dengan berhasil kita akan menambah jumlah musuh atau orang lain yang iri dan dengki.

19. Privasi. Kita mungkin merasa bahwa dengan menjadi berhasil privasi kita nanti akan terganggu.

20. Start all over again. Kita mungkin merasa, bahwa setelah berhasil kita akan diharuskan memulai segala sesuatunya kembali dari awal dengan lebih berat dan makin penuh tantangan.

21. Bawah sadar. Takut sukses adalah fenomena bawah sadar. Kita mungkin tidak pernah bertanya kepada bagian bawah sadar dari diri kita. Sebenarnya, ia banyak tahu tentang segala kekhawatiran kita.

Bagaimana mengurangi ketakutan akan keberhasilan?

Satu hal penting yang perlu kita pahami terkait kegagalan dan keberhasilan, adalah kenyataan bahwa keduanya adalah tentang perubahan. Gagal adalah kondisi perubahan, dan keberhasilan demikian juga. Ketakutan kita akan kegagalan dan ketakutan kita tentang keberhasilan, pada dasarnya adalah ketakutan akan perubahan. Bedanya, yang satu mudah diidentifikasi, dan satunya lagi lebih sering tersembunyi.

Maka, berikut ini adalah cara yang terbilang mudah untuk mengurangi ketakutan akan keberhasilan, sebagaimana yang sering dianjurkan oleh para pakar.

Mulailah dengan menyiapkan selembar kertas dan alat tulis untuk mengoret-oret. Tulislah tujuan, cita-cita, atau keinginan kita di bagian atas kertas. Lalu tuliskan pertanyaan-pertanyaan berikut ini dan sekaligus jawablah.

"Apa yang akan terjadi jika saya berhasil mencapainya?"

Tulislah sebanyak mungkin hal yang dapat kita proyeksikan alias mungkin terjadi, muncul, atau tercipta, dan bagilah menjadi dua kelompok besar (kita bisa melakukannya dengan membuat sebuah tabel dua kolom). Kelompok pertama adalah hal positif dan menyenangkan, dan kelompok kedua adalah hal negatif dan tidak menyenangkan.

Untuk masing-masing poin dalam dua kelompok itu. Mulailah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

"Apakah saya yakin tentang hal ini?"
"Dari mana keyakinan saya ini muncul?"
"Dari siapa keyakinan ini datang?"
"Apa rasanya mengingat orang itu kembali?"
"Apa niat saya di ballik keyakinan ini?"
"Apakah niat itu valid dan dapat dibenarkan?"
"Terkait dengan proyeksi ini, harapan apa yang dapat saya hidupkan sebagai kelanjutannya?"

"Best way to predict the future is to create it."
-Peter F. Drucker-

Artinya, kita harus mengkreasi masa depan sekarang. Seperti juga ketakutan akan kegagalan, ketakutan akan keberhasilan adalah kekhawatiran yang berlebihan (meskipun tidak kita sadari) tentang masa depan. Kekhawatiran itu lebih pantas kita selesaikan sekarang, dengan meng-ekologis-kan segala konsepsi dan keyakinan.

Dan jika kita mesti bekerja keras untuk mencapai keberhasilan, maka kerja keras itu harus kita lakukan sekarang dengan menggali sedalam mungkin guna menemukan penghambat-penghambat yang tersembunyi.

5 Hal Penting Dalam Kegagalan











Kegagalan itu sederhana. Kita melakukan sesuatu, dan kemudian kita belum mendapatkan hasil sebagaimana yang kita iinginkan.

Segera setelah sebuah kegagalan menjadi kenyataan, reaksi alamiah dari mentalitas manusiawi kita adalah tidak langsung mempercayai kegagalan itu sebagai kenyataan kehidupan.

Reaksi ini membuat kita "melontarkan diri" keluar dari kenyataan untuk sementara, sebagaimana seorang pilot pesawat jet tempur melontarkan dirinya keluar setelah mengetahui bahwa pesawatnya akan jatuh.

Di fase ini, ada lima hal paling penting yang perlu kita pahami terkait dengan kegagalan. Lima hal ini adalah opsi-opsi terakhir dan sekaligus awal yang dapat kita pilih untuk memaknai kegagalan. Opsi-opsi ini menjadi titik-titik balik dalam siklus kreasi kehidupan yang kita lakukan selanjutnya.

Pertama, Menolak

Jika kita menolak kegagalan, maka kita telah menghilangkan gagang pintu untuk kembali ke dunia nyata. Kita akan terjebak membuang waktu di dalam ilusi-ilusi yang menyakitkan, dan kita menggeser realitas kehidupan keluar dari jalur yang kita tetapkan sebelumnya tentang arah hidup kita.

Ciri penolakan adalah tidak mengakui keberadaan kegagalan, dan terus berupaya dengan sia-sia. Kita membolos dari sekolah kehidupan, berkeliaran di luar pagar dan gerbang.

Kedua, Menghindar

Jika kita menghindari kegagalan, maka kita telah menyerahkan anak kunci pintu itu kepada orang lain. Kita akan menyerahkan pembentukan dan pembangunan realitas kehidupan kita selanjutnya kepada pihak-pihak yang bukan kita. Kita juga menggeser realitas kehidupan keluar dari jalur yang kita tetapkan sebelumnya.

Ciri penghindaran adalah berusaha melupakan kegagalan, tanpa membawa hikmah dan pembelajaran. Kita tidak membolos sekolah, tapi di luar kelas.

Ketiga, Menerima

Jika kita menerima kegagalan, maka kita telah secara langsung membuka pintu itu dan kembali masuk ke dalam realitas kehidupan kita. Kita menjadi manusia yang memiliki niat dan kemauan untuk bertanggungjawab dalam mengkreasi kehidupan kita sendiri, sesuai jalur yang kita tetapkan sebelumnya.

Setelah tiba di dunia nyata kembali, segala hal pada dasarnya telah kembali pula berada dalam genggaman tangan kita.

Dengan menerima, kita akan segera menyadari, bahwa hidup kita telah menjadi managable lagi.

Keempat, Diam

Menerima saja tidak cukup. Jika kita diam setelah mengalami kegagalan, maka kita membiarkan diri kita tenggelam di dalam kenyataan. Artinya, kita menciptakan realitas kehidupan yang tenggelam.

Kelima, Bertindak

Jika kita bertindak setelah mengalami kegagalan, maka kita langsung melatih kembali segala kekuatan dan kemampuan. Ini berarti, kita telah mengembalikan semangat kehidupan. Ini berarti, kita telah mengembalikan mentalitas yang sesuai dengan tuntutan jalur kehidupan yang telah kita tetapkan sebelumnya. Kita kembali di jalur dengan panel penunjuk energi yang "full" lagi.

Bisakah kegagalan dihindari? Tidak. Itulah caranya kita belajar. Tak ada manusia yang seratus persen berhasil dalam apapun yang dikerjakannya. Ini masih dunia, bukan surga.

Rabu, 21 Desember 2011

IBU :)

sebening tetesan embun pagi
secerah sinarnya mentari
bila ku tatap wajahmu ibu
ada kehangatan di dalam hatiku

 air wudhu selalu membasahimu
ayat suci selalu dikumandangkan
suara lembut penuh keluh dan kesah
berdoa untuk putra putrinya

oh ibuku engkaulah wanita
yang ku cinta selama hidupku
maafkan anakmu bila ada salah
pengorbananmu tanpa balas jasa

ya Allah ampuni dosanya
sayangilah seperti menyayangiku
berilah ia kebahagiaan
di dunia juga di akhirat


Rabu, 23 November 2011

 

 
 
 
Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda..

Seorang anak buta duduk bersila
... di sebuah tangga pintu masuk
pada sebuah supermarket.

Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan
dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah
kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa
keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu.
Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh,
lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu
memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan.
Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya,
dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak
lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu,
lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya.

Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah,
tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan
betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata-katanya,
“Selain untuk menambah penghasilanmu,

Saya ingin memberi pemahaman
bahwa ketika hidup memberimu
100 alasan untuk menangis,
tunjukkanlah bahwa masih ada
1000 alasan untuk tersenyum.”

Sahabat...
Ketika Allah SWt memberi kita anungrah kesehatan
ucapkanlah puja dan puji syukur kepada tuhan
mari kita pergunakan hidup kita untuk hal2 yg bermanfaat
dan berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai cita-cita

Tujuan hidup kita bukan mengejar kebahagian di Dunia saja
disana masih ada kehidupan yang lebih beharga
kehidupan yang sudah ditetapkan janjinya oleh Allah SWT
yang menciptakan langit, bumi beserta segala isinya..


" Pelajaran Hidup Dari Bocah Penjual Koran"

Umar, seorang anak kecil berlari-lari
menghampiri mobil yang berhenti
di lampu merah, dia membiarkan
tubuhnya terguyur air hujan,
hanya saja dia begitu erat melindungi
koran dagangannya dengan lembaran plastik.

“Korannya bu !”seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.

Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan,
dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan
untuk menjual koran. Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan
dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang.

“Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang.

”Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi
aku juga sudah baca”, jawab si ibu.

Si Umar kecil itu tampak terpaku,
lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu
yang dia terima, ”Terima kasih bu,
saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan,
tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma,
mohon maaf saya tidak bisa menerimanya
”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.

Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya,
raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil.
Dari dalam mobil dia menggerutu ”UDAH MISKIN SOMBONG!”.

Kakinya menginjak pedal gas karena lampu
menunjukkan warna hijau. Meninggalkan Umar
yang termenung penuh tanda tanya.

Umar berlari lagi ke pinggir,
dia mencoba merapatkan tubuhnya
dengan dinding ruko tempatnya berteduh.
Tangan kecilnya sesekali mengusap muka
untuk menghilangkan butir-butir air yang masih menempel.
Sambil termenung dia menatap nanar rintik-rintik hujan di depannya,
”Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku”, gumamnya lemah.

Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda,
Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko,
sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar.

Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti,
seorang bapak dengan bersungut-sungut turun
dari mobil menuju tempat sampah,

”Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk”,

dengan penuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan
ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil.
Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.
”Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan”, pinta Umar dengan penuh harap.

Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil di depannya.
Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah
tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.

“Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau”

”Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya
sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?, tanya Umar sekali lagi.”Bbbbbooolehh”, jawab pria tersebut dengan tertegun.
Umar berlari riang menuju tong sampah,

dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan,
sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.

Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk di dekatinya Umar.

”Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil di depannya dengan penuh perasaan kasihan.”Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya ”, jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.

Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa. ”Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya”.Si anak kecil tersenyum dengan manis,

”Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus.”

”Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran di mana aku yang akan mentraktirnya”, ujar sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak di depannya berfikir keliru.

Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,”Bapak!, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya”, Umar memperbaiki posisi duduknya dan berkata kembali, ”Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari.”Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki di depannya untuk berpamitan.

Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,”Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya”.

Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil di depannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.”Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini”

Sahabat..
Meminta-minta adalah perbuatan yang tidak bermutu
lebih baik kita kerja keras banting tulang dari pada mengemis
dan menghrapkan belas kasih dari orang lain ada pepatah ," Tuhan memberi makan kepada setiap burung yang terbang diangkasa, tapi Tuhan tidak mengantarnya disarangnya".

Syukurilah anugrah yang Tuhan berikan untuk hari ini
jangan lupa untuk mengucapkan Syukur Alhamdulilah
semoga segala kebaikan yang kita lakukan
akan kembali kepada kita..

Semangattt!!!!

Ciptakan Cinta Di Dalam Hatimu

seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan
mendaki gunung bersama ayahnya.Entah mengapa,
tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.
... "Aduhh!" jeritannya memecah

Keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut,
ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya
persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!"

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya
dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah,
"Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum,
"Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras,

"Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab,
Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak
"Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!"
Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.
Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema,
tapi sesungguhnya itulah kehidupan."

Sahabat...
Kehidupan memberi umpan balik
atas semua ucapan dan tindakanmu.
Dengan kata lain, kehidupan kita adalah
sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita.
Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini,
ya ciptakan cinta di dalam hatimu.

Bila kamu menginginkan sahabatmu memiliki kebaikan hati,
ya tingkatkan kebaikan hatimu . Hidup akan memberikan kembali
segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan
sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.


Falsafah Kehidupan

Hidup ini cuma sekali, jadi jangan pernah
menyesali pengalaman apapun yang kau alami,
susah ataupun sedih pasti terlewati..

Hidup adalah sebuah permainan dimana
terkadang engkau dipermainkan dengan
ketidakadilannya, namun engkau kalah bila
engkau marah dan menyalahkan keadaan..

Hidup tidaklah berjalan mundur
ataupun diam bersama kemarin
Jadikan langkahmu seperti anak panah
yang melesat terarah dengan bidikan yang tepat.
Jangan hanya termangu, jangan buang waktu.
Susunlah rencanamu. Dan Jngan Lupa Berdo'a
Libatkan Dia di tiap rencana & usahamu..

Kamis, 10 November 2011

Tuhan Itu Ada


Analogi yang sederhana tapi Mengagumkan!


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.

Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,

"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!


"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Sabtu, 23 Juli 2011

(Hidup ,Cinta, dan Bahagia)



 Kenapa Qt menutup mata ketika Qt tidur?
ketika Qt menangis?
ketika Qt membayangkan?ketika Qt berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia "TIDAK TERLIHAT"...  
Qt semua agak aneh...n hidup sendiri juga agak aneh...
N  ketika Qt menemukan seseorang yg keunikanna "SEJALAN"
 dengan Qt....Qt bergabung denganna n jatuh ke dalam
suatu keanehan serupa yang dinamakan  
"CINTA"..

Da hal2 yg tidak ingin Qt lepaskan..
 Orang2 yg tidak ingin Qt tinggalkan...
But remember.......melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
Melainkan awal suatu kehidupan baru..

Kebahagiaan ada tuk mereka yg menangis,mereka yg tersakiti,
Mereka yg telah mencari...n mereka yg telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang
yg telah menyentuh kehidupan qt.

"CINTA yang AGUNG ?"   

"Adalah ketika U menitikkan air mata dan MASIH peduli
 terhadapnya.
 Adalah ketika dy tidak mempedulikanmu n u MASIH
 menunggunya dengan  setia.
 Adalah ketika dy mulai mencintai orang lain n kamu MASIH
 bisa tersenyum sembari berkata
'Aku turut berbahagia untukmu'."



Apabila cinta tidak berhasil...BEBASKAN dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas  LAGI.
Ingatlah...bahwa u mungkin menemukan cinta n kehilanganna..
But..ketika cinta itu mati..U TIDAK perlu mati bersamana..

Orang terkuat BUKAN mereka yg selalu menang..MELAINKAN mereka yg tetap tegar ketika mereka jatuh
 Entah bagaimana...dalam perjalanan kehidupan,u belajar tentang dirimu sendiri..
n menyadari..bahwa penyesalan tidak seharusna ada..
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan 2 kehidupan yg telah kau buat.
  
MENCINTAI...
BUKANlah bagaimana u melupakan..melainkan bagaimana u MEMAAFKAN.
BUKANlah bagaimana u mendengarkan..melainkan bagaimana u MENGERTI.
BUKANlah apa yg u lihat..melainkan apa yg u RASAKAN..    
BUKANlah bagaimana u melepaskan..melainkan bagaimana u BERTAHAN.


Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam
hati...dibandingkan menangis tersedu2..
Air mata yang keluar dapat dihapus..sementara air mata yg
tersembunyi menggoreskan luka yg tidak akan pernah hilang..

Dalam urusan cinta,Qt SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, u TETAP MENANG
hanya karena u berbahagia..dapat mencintai seseorang..LEBIH
dari kamu mencintai dirimu sendiri..


"Akan tiba saatnya dimana ku harus berhenti mencintamu
BUKAN karena kamu berhenti mencintaiku, MELAINKAN karena
aku menyadari bahwa kamu akan lebih berbahagia apabila aku melepaskann melupakan cinta ini.."

 Lebih baik menunggu orang yg u inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yg tersedia'
 Lebih baik menunggu orang yg u cintai DARIPADA orang yg berada di sekelilingmu
 Lebih baik menunggu orang yg tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang  hanya dengan 'seseorang'

Kadang kala, orang yg u cintai adalah orang yg PALING menyakiti hatimu.


"Tak perlu memilikimu  untuk mencintai
Tak perlu mengekangmu untuk mencintaiku
Tak perlu memaksa untuk membalas asa
Karena cinta itu soal hati jadi biar semua mengalir seperti air"

AKU INGIN MELIHATMU SUKSES N BAHAGIA,WALAUPUN DISAAT KAU BAHAGIA AKU TAK DISAMPINGMU

NAMUN JIKA SUATU SAAT AKU SUKSES N BAHAGIA,KU AKAN MENCOBA MEMBAGI KEBAHAGIANKU KEPADAMU

4 U

hmmmmmm

Sngatlah menyakitkan mencintai someone,tetapi tidak dicintai olehyna.Ttapi lebih indah tuk mencintai n tidak pernah menemukan keberanian tuk memberitahu mereka pa yg u rasakan.Maybe The God menginginkan qt tuk bertemu dngan orang yg tidak tepat sebelumna. Jadi ketika qt akhirna bertemu dengan orang yg tepat,kita akan tahu betapa berhargana anugerah tersebut.

Cinta adalah ketika u membawa perasaan, kesabaran n kat2 manis dlam suatu hubungan  n menemukan bahwa u sangat peduli dengan dia.

Hal yg menyedihkan dalam hidup adalah  ketika u bertemu someone yg sangat berarti bagimu.Hanya tuk menemukan bahwa pada akhirna menjadi tidak berarti n kamu harus membiarkanna pergi n u terluka.
Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yg lain terbuka.Tetapi kadang2 qt menatap terlalu lama  pada pintu yg telah tertutup itu sehingga qt tidak melihat pintu lain yg telah terbuka untuk qt.

Teman yg terbaik adalah teman dimana u dapat duduk bersamana n merasa terbuai,n tidak pernah mengatakan apa2,n kemudian berjalan bersama. Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yg pernah kamu rasakan. Benarlah,bahwa qt tidak tahu apa yg qt dapatkan sampai qt kehilangan itu ??but benar juga bahwa qt tidak tahu pa yg hilang sampai itu ada n pernah menjadi seseuatu yg berarti.
Memberikan someone semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintaimu  juga !!! Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai tu tumbuh didalam hati mereka.Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh didalam hatimu n menjadikan dy sebagai motivasi hidupmu,agar u bisa menjadi lebih baik.
Ada hal yang sangat ingin u dengar  buti tidak akan pernah u dengar dari orang yang  dari mereka u ingin dengar yaitu sebuah kata special yg menyampaikan isi hati n sebuah tnda kepedulian. Tetapi jangan sampai u menjadi tuli walaupun u tidak mendengar itu dari seseorang yg mengatakan itu dari hati kecilna.

Jangan pernah berkata selamat tinggal jika u masih ingin mencoba. Jangan menyerah  selama u merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata u tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.
Cinta datang kepada orang yg masih mempunyai harapan  walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yg masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yg masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya. Kepada mereka yg sebuah mempunyai keberanian dan keyakinan  untuk membangun kembali kepercayaan yg telah runtuh.
Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang menjadi berkeping2,  satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang,  tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang n membekas dalam hati.

Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, karena itu bisa menghilang.Datanglah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum  karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah U dapat menemukan  seseorang yg dapat membuatmu tersenyum n menjalani harimu dengan ceria.

Ada saat di dalam kehidupanmu  dimana u sangat merindukan seseorang,u ingin mengambil mereka dari mimpimu  n benar-benar memeluk dia yg begitu berarti dlam hidupmu. Berharaplah bahwa u dapat bermimpi tentang dia, yg berarti mimpilah apa yg ingin u mimpikan, pergilah kemana U ingin pergi, jadilah someone sesuai dengan keinginanmu,  karena U hanya hidup sekali  n satu kesempatan tuk melakukan pa yg U inginkan. Semoga U mendapat  cukup kebahagiaan tuk membuat u bahagia, cukup cobaan tuk membuat u kuat, cukup penderitaan tuk membuat u menjadi manusia yg sesungguhnya, N cukup harapan tuk membuat U bahagia.
Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika U merasa bahwa itu menyakitkan mu, mungkin itu menyakitkan orang  lain itu juga.
Kata2 yg ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata2 yg kasar bisa membuat celaka, kata2 yg tepat waktu dapat mengurangi ketegangan,  kata2 cinta dapat menyembuhkan dan  menyenangkan.

Permulaan cinta adalah dengan  membiarkan orang yg qt cintai menjadi dirinya sendiri  n tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan qt. Dengan kata lain qt mencintai bayangan qt yg ada pada diri mereka.
Orang yg bahagia tidak perlu memiliki yg terbaik dari segala hal. Mereka hanya membuat menjadi baik segala hal  yg datang dalam hidup mereka. Kebahagiaan adalah bohong bagi  mereka yang menangis, mereka yg terluka, mereka yg mencari,  mereka yg mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang2 yg penting  yg telah menyentuh hidup mereka.
Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman, dan berakhir dengan air mata. Masa depan yg cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. U tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu  sampai U melupakan kegagalanmu dan rasa sakit hati karenana.

Ketika U lahir, U menangis  n semua orang di sekeliling U tersenyum. Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika U meninggal, U satu-satunya orang yang tersenyum  n semua orang di sekeliling kamu menangis.
Biarkan dy menjadi kenangan dlam hidupmu,,karena dy adalah bagian dalam hidupmu.Biarkan dy belajar arti sebuah CINTA.

Selasa, 19 Juli 2011

Cuma Pengen Cerita Ajja :)

Hari ini tanggal 19 Juli 2011 Tepat pukul 07.30 WIB aku mengikuti ujian remedi Akuntansi Manajemen...
hehehe..
(malu2in aja ampe remedi segala)

Sebenarnya sih aku kurang yakin bisa menjawab soal ujian tersebut.
Masalah nya nih, aku baru belajar 2 hari sebelum ujian n itu pun tidak semua materi yg aku pelajari...
hmmmm....
Aku pun udh agak2 lupa juga sih sm beberapa materi yg aku pelajari tsbt...
ya, tapi aku tetap dengan semangat untuk datang ke kampus untuk mengikuti ujian remediasi tersebut.
Y untung2 bisa merubah nilaiku
amin
:)

Nah,  di saat masuk ke ruang ujian n aku pun mulai duduk tenang dan membaca doa..
Namun aku langsung kaget n cemas d saat aku mw mengambil kartu ujian n  kalkulator..
gawat...!!!
Ternyata aku gk bawa kalkulator...

Nah,di saat soal ujian mulai d bagikan,
eh akhirnya aku mulai tenang.\..
ternyata eh ternyata, soal yg d ujikan sama dengan soal Ujian pas UAS kmren
dan aku pun telah mempelajari nya td malam
Lagian2 hitung2an nya tidak terlalu sulit
jadi tanpa kalkulator pun aku bisa kuq
hehe
(Dalam hati Alhamdulillah)

aku pun mulai dengan senang hati mengerjakan nya...
Dosen nya baik rekkk....!!!!
hehe

:)

Semoga aja nilaiku bagus n Nilai Akhir dr mata kuliah ini memuaskan
Amin
:)

Sabtu, 16 Juli 2011

Dariku Untuk Tuhanku


PadaMu ya Allah
Tempat aku memohon
AmpunanMu dari segala dosa
Yang pernah aku perbuat

Dan hanya padaMu Allah
Tempat aku berlindung
Dari siksa api nerakaMu
Sungguh kamu takkan sanggup

Godaan selalu datang silih berganti
Seakan membawa ke arah nafsu dunia
Bimbinglah serta kuatkanlah iman hambamu
Ku mohon padaMu, ya Allah

Sabtu, 09 Juli 2011

Hidup Yang Menyenangkan






Hiduplah sederhana,  jangan memaksakan dirimu
untuk sesuatu yg jauh dari kemampuanmu
Nikmatilah hidupmu dengan senyum keikhlasan
percayalah sesuatu yg bersifat materi itu
tidak menciptakan kebahagiaan abadi didunia ini

Lebih baik menabung dari pada jadi orang yg mubadzir
Maka, sedekahkanlah sebagian harta yang kamu miliki
kepada orang-orang yang benar2 membutuhkan pertolongan
yakinlah, tiada orang yang jatuh melarat karena bersedekah

Cara terbaik agar hidup menyenangkan
adalah kemauan yg utuh untuk terus belajar
Bukan berarti kamu harus mengejar gelar doktor
atau menghabiskan 2 jam membaca setiap hari

Pendidikan diri bisa apa saja yang membuatmu nyaman
Jagalah fikiranmu biarkan ia tetap terbuka
Belajar secara terus menerus selama bertahun-tahun
agar engkau bisa menjadi pribadi yang lebih bijaksana,
lebih baik dan orang yang lebih menarik

Jangan Lupakan Orang Yang kamu Sayangi
Ketika segala harapamu tercapai
Jangan lupakan mereka yang selalu menyayangimu
Luangkanlah sedikit masa dengan orang yang kamu sayangi.

Tanpa orang yang anda sayangi
kamu mungkin akan sengsara,
tidak peduli seberapa sukses kamu

Setiap orang pasti memiliki tujuan
walaupun hidupnya tidak sempurna
Tapi kamu selalu dapat membangun hidupmu
ke arah yang kamu inginkan dan harapkan

Jika kamu tidak membangun hidup dengan baik,
Pasti hidupmu akan mengalami kebosanan
Buatlah suatu tujuan yang dapat kamu capai.
Terus berusaha menggapainya, selagi tujuan itu
sesuai dengan kehendak suara hatimu

Kita tidak bisa mengendalikan
segala sesuatu tentang hidup kita,
membangun sesuatu yang ingin kita capai,
adalah hal positif untuk kita teruskan
dan meletakkan dasar untuk kesuksesan kita di masa depan.

Jagalah Kesehatan kamu, karena jika Tubuh sudah hancur
tidak banyak hal yang dapat kamu lakukan lagi..
Hindari konsumsi berlebihan zat yang merusak tubuh
karena Menikmati kesehatan adalah kebahagian tersendiri

Hindarilah  zat-zat yang membuatmu kecanduan,
Kenikmatan Sesaat, Efeknya Bertahun-tahun.
Jadilah Generasi Muda yang Sehat.
Kesehatan adalah harta terbesar
yang setiap orang miliki

Apa pun kondisi kamu sekarang,
keluarlah dari hal itu sejenak
dan lakukan sesuatu yang menyenangkan.
Seperti kata Lao Tzu, perjalanan 1.000 mil
dimulai dengan satu langkah...

Sederhana,Murah Senyum,Pengasih dan Penyayang,Cinta N Damai
=
Hidup Bahagia
:)
(Bustan)

Seperti Menunggu Bis



Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis,
Ketika Sebuah bis datang, dan kamu bilang,

“Wah..terlalu penuh, sumpek, Huffft!

Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”

Kemudian, bis berikutnya tiba.

Kamu melihatnya dan berkata,

“Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,

tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan pergi.

Bis keempat berhenti di depan kamu.

Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

“Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”.

Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu pun terus berlalu,

Kamu mulai sadar bahwa kamu bisa-bisa
terlambat pergi ke tempat yg ingin kamu tuju.

Ketika bis kelima datang,kamu sudah tak sabar,

Kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.

Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!

Dan kamu baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.


Sahabat....

Kadang seseorang menunggu orang yang ‘ideal’

untuk menjadi kekasih dalam hidupnya.

Padahal tidak ada orang yang sempurna dalam hidup ini.

Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi sempurna

Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’,

tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di

depan kita.


Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.

Tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu,

Semuanya bergantung pada keputusanmu.


Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju tempat tujuanmu,

dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.


Sahabat...

Kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,

Dan bisa kamu sukai dan bisa kamu percayai,

Tentunya sejurusan dengan tujuanmu,

kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di

depanmu, ^ ^


Agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.

Karena menemukan yang seperti itu

adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti.

Bagimu sendiri, dan bagi dia.


Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? :-)

Kamis, 07 Juli 2011

Pilih Ikan Atau Kail

“Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.

“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”

Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.

“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”
BRAKKKK!!!!

Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.
“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ‘45.

“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”

“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”

“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”

“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”
Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal. 

“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”

Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.
Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.

“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.

“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.

“Loh kok…”

“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.
Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”
Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.

“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.
Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.

Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.

“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”

Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.
“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”

“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”

Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.
Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.

“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”
Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.

Moral Cerita / Bahan Renungan:

"Daripada terus-menerus bergantung kepada orang lain, lebih baik jika kita berusaha untuk belajar dan meningkatkan kemampuan kita agar bisa seterusnya berdiri dan berusaha sendiri."

Pantang Mengeluh


Sebagai manusia, wajarlah jika sesekali kita mengeluh dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan. Tetapi, tidak pantas rasanya jika setiap kali kita menemukan hal yang melenceng saja dari apa yang kita inginkan dihadapi dengan mengeluh.
Mengeluh sepertinya sudah menjadi “tren”. Contohnya saja dengan adanya jejaring sosial yang memungkinkan untuk kita bisa share apapun yang kita alami. Ini secara tidak langsung dapat menjadi hal pelancar mengeluh. Pentingkah menceritakan semua yang menimpa kita kepada semua orang? Apakah dengan menceritakan semuanya dapat menghilangkan masalah itu? Tentu tidak.

Memang, mengeluh sah-sah saja untuk mencari solusi masalah kita. Yang terjadi ketika kita mengeluh, apakah kita berpikir untuk menemukan solusi? Kebanyakan kita tidak berpikir jauh seperti itu. Secara tersirat, tujuannya hanya ingin orang mendengarkan keluh kesah kita Sebenarnya, dengan atau tanpa mengeluh hidup tetaplah hidup. Yang harus dijalani walaupun lelah, yang harus dihadapi walaupun berat, yang harus dimengerti walaupun rumit. Memperlihatkan kelemahan kita justru akan menjadi negatif.

Sebegitu susahkah untuk bersyukur?

Senin, 04 Juli 2011

Suasana Baru , Semangat Baru

Hari ini Selasa 4 Juli 2011...
Aku merenovasi kamar ku..

Apa alasan nya?
Aku ingin menciptakan suasana baru..
Selain itu aku merasa bosan dengan kondisi kamar yg agak berantakan sebelumnya...
Kata teman2 sih, Kamar mencerminkan kepribadian...
hehe
makanya ku rombak dikitlah...

Semoga dengan kondisi kamar yg lebih Rapi n Nyaman , bisa menambah semangat utk belajar n lebih rajin membuat tugas Kuliah..

Amin

:)

Jumat, 01 Juli 2011

Saat ini mungkin ku hanya bisa bermimpi

Wajar saja bila setiap manusia mempunyai impian-impian d kehidupanya yg akan datang...
Namun,terkadang apa yg kita impikan n harapkan tidak sesuai dengan kenyataan..
Bagitulah yg saat ini aku alami..

Begitu banyak cita2 n harapan yg aku inginkan saat ini..
Aku sangat ingin sekali untuk mencapai nya..
Namun, ada saja penghalang n keterbatasan utk aku dapat meraihnya..

Mungkin saat ini ku hanya bisa bermimpi,
Tapi, aku akan tetap berusaha untuk meraih mimpi2 ku tersebut...
Dan aku yakin suatu saat mimpi2 ku tersebut akan tercapai..
Semoga Allah Swt mendengar permintaan hati ku ini

I'll try and I'm sure
Someday All My Dreams Will Come True

Syafruddin Bustan, 1 Juli 2011

Birunya Langit Hari Ini








Birunya langit hari ini mengajariku akan suatu hal, segalanya akan selalu berganti seperti indahnya langit hari ini, sebelumnya aku melihat mendung menutupi hamparan luas perkamen langit, namun angin mematuhi melukis takdirMu mengganti kelabunya langit mejadi biru nan elok, langit membiru seolah menitipkan senyuman matahari, mereka ingin kita selalu tersenyum, tersenyumlah untuk sekarang dan nanti sampai waktu cukup untuk melepas kita pergi, karena dengan senyuman segala hal yang menyiratkan kesedihan akan berangsur menghilang dan membuat segalanya terasa lebih mudah, kala kesedihan itu menghampiri ingatlah setiap kebahagiaan yang kita terima selama ini, bukankah porsi kebahagiaan lebih banyak dibandingkan kesedihan, lalu apa lagi yang kita risaukan? Karena setiap kesedihan atau kebahagiaan akan segera berakhir dan berganti dengan peristiwa lagi, sebuah proses pembelajaran untuk memahami mengapa kita hidup saat ini.


Aku berjalan hanya dengan mata hati, bernafas hanya dengan tekad, aku mendaki penuh dengan teka teki, dimanakah matahariku?

Matahariku selalu bersinar, namun makna sinarnya hanya mengenai mereka yang mau membuka diri, meskipun cahayanya seolah menerpa setiap insan di bumi ini, tapi tiap tiap yang menerima berbeda mengartikannya, ada yang bingung mengapa matahari ini kadang bersinar kadang redup, ada yang sedih kenapa matahari redup hari ini, ada yang risau akankah dapat melihat lagi indahnya matahari hari ini, dan ada pula yang berfikir mengapa matahari tidak pernah lelah bersinar? Kita berada dimana, kita berhak memilih.
Matahariku selalu bersinar, takdirnya memberi arti kehidupan ini, aku pun ingin seperti dia dengan segala kemampuan yang aku miliki saat ini, berusaha memberi arti, bukankah kita terlahir di dunia ini adalah dengan takdirNya, dan kita terlahir di dunia ini bukan tanpa tujuan melainkan membawa pesan- pesan Tuhan, hidup ini pilihan, dan aku telah putuskan, pilihan yang wajib aku perjuangkan. Aku dalam masa proses, tapi keyakinanku sangat kuat, aku harus berjuang kawan, kamu bisa aku pun bisa!

Bila Aku jatuh nanti, Aku siap Melompat lebih Tinggi.
Tetap Semangat dan Hadapi setiap Episode Hidup dengan Senyuman :-)
Everyone feels pain
But surely, after suffering satisfaction will arrive
Step by step, I want find that light :-)

Kamis, 30 Juni 2011

Peta Impian

peta impian

Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.

Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.

Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.Lima puluhkilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan dipulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itsemua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakangcakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?
Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salahakan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian.

Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”

Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai, serta tak lupa admin web ini :) . Semoga  peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya.  Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk J.







Kegagalan, Jendela Kesuksesan

Pada kebanyakan orang, makna kegagalan begitu buruk bahkan bisa menjadi momok penghancur harapan. Kita harus yakin, setiap situasi apapun pasti ada faktor keberuntungan. Termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan.

Yang menjadi alasan mengapa orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan/dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu/penyebab adanya kegagalan tersebut. Tidaklah patut untuk ditiru.

Tetapi, ada sebagian orang mengisi kegagalannya sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi untuk kedepannya dengan pengalaman kegagalan yang pernah dirasai. Dan yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita, bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.

Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Berarti kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Disaat semua pintu tertutup, janganlah dulu untuk berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah, masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari sana.

Kesimpulannya, kegagalan bukanlah penghenti cita-cita, pemutus asa dan penghancur mimpi. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan. Ingat, tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan dan ingatlah pula jika Allah SWT selalu bersama kita.